Dampak candu dari dopamin instan ini tentu juga saya rasakan sendiri, dimana saya merasakan penurunan kualitas berpikir (brainrot) hingga kualitas produktifitas. Menurut saya penyebab utama brainrot adalah doom scrolling, dimana kita ketagihan scrolling konten pendek (short content) di sosmed.
Kenapa non-stop scrolling bisa menyebabkan brainrot? Singkatnya karena otak kita bisa overdosis dopamin dalam waktu singkat, dan hal ini akan mengurangi kemampuan fokus otak kita. Ditambah dopamin membuat kita jadi ketagihan dan semakin susah berhenti. Hal ini menjadikan Brainrot dan Doom Scrolling menjadi paket siklus yang berbahaya kalau tidak bisa menahan diri.
Maka dari itu, saya menulis posting ini sebagai pengingat dan sekaligus menyebarkan awareness kepada teman-teman tentang dampak brainrot ini.
1. Waktu Banyak Terbuang Sia-sia
Terjebak dalam doom scrolling adalah cara paling efektif untuk membuang waktu tanpa kita sadari. Saya sendiri awalnya menganggap ini hal remeh, namun ketika saat hari libur atau day-off, yg awal mulanya cuman scrolling pagi hari, tanpa disadari tiba-tiba waktu lompat sudah mau sore hari. Hari libur yang bisa digunakan untuk banyak hal, waktu berlalu dan terbuang bergitu aja tanpa bisa kembali.
2. Selalu Ingin Bawa Handphone (HP)
Akibat brainrot dan ketagihan scrolling ini, saya pun jadi merasa selalu ingin bawa HP kemana-mana. Bangun tidur nyari HP, makan harus sambil lihatin HP, bahkan ke kamar mandi juga harus bawa HP. Setergantungan itu saya rasakan dengan HP akibat brainrot. Kalau gak bawa HP bawaannya gelisah dan gak tenang.
3. Susah Fokus Nonton Film atau Video Panjang
Salah satu dampak yang paling saya rasakan adalah berkurangnya attention span saya. Saya merasakannya dari susahnya untuk tetap fokus saat menonton video, series atau film yang panjang (long format content). Berbeda dengan dulu, sekarang setiap nonton konten format panjang, baru 5 menit aja rasanya ingin mem-pause videonya untuk nonton video di reels. Sampai saya lupa untuk menyelesaikan video yang saya tonton diawal.
4. Prokastinasi / Kurang Motivasi / Bosenan
Dampak brainrot berikutnya yang saya rasakan adalah prokastinasi atau menunda pekerjaan. Ketika sedang ingin menyelesaikan pekerjaan, sering kali tiba-tiba ada godaan untuk menonton video reels. Sehingga saya selalu berkata, "Nonton sebentar dulu deh, nanti lanjut kerja lagi", tanpa disadari 1-2 jam lewat begitu saja tanpa ada progress pekerjaan.
Brainrot juga mengikis motivasi untuk aktif dan produktif, karena efek dopamin instan ini. Secara untuk mendapat dopamin saat ini cuman dibutuhkan gerakan jari saja tanpa effort lebih. Selain itu, karena mudah mencari kesenangan dari video pendek, saya jadi cepat bosan dalam melakukan sesuatu kalau gak ada HP.
5. Merusak Jadwal Tidur
Rencana tidur cepat bisa relapse atau berantakan akibat brainrot. Yang awalnya mau tidur jam 10-11 malam, gara-gara keinginan untuk nonton reels atau ngescroll, ujung-ujungnya jadi tidur jam 2-3 pagi. Ditambah lagi efek blue light di layar HP membuat kita jadi rawan insomnia. Jadwal tidur pun berantakan dan sering kekurangan tidur. Membuat produktifitas besok harinya jadi kurang optimal dan beresiko membuat tubuh cepat sakit.
6. Digital Dementia
Saya merasa kalau daya ingat otak saya menurun akibat brainrot. Awalnya gak saya sadari, tapi lama-lama saya mulai merasakan, kalau saya mulai susah mengingat hal-hal kecil. Seperti mengingat nama tempat makan atau cafe yang baru dikunjungi, nama film yang baru ditonton beberapa hari lalu, bahkan kejadian viral yang terjadi beberapa waktu terdekat. Berasa jadi seperti Dory di Finding Nemo yang menderita short term memory loss. Kenapa bisa ini terjadi demikian? Karena dampak over stimulasi informasi dalam jangka waktu pendek yang melampaui kapasitas otak mengakibatkan penurunan daya ingat yang cukup signifikan. Bisa dibilang ini dinamakan Digital Dementia.
7. Resiko Mata Tidak Simetris/Juling
Mungkin belum banyak yang sadar atau tahu, kalau terlalu sering melihat layar HP dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan mata kita jadi gak simetris. Seperti resiko mata ngantuk sebelah atau bahkan mata juling. Hal ini disebabkan karena scrolling dalam waktu yang lama dapat membuat otot mata kita jadi cepat lelah dan melemah, akibat pancaran blue light dari layar HP. Belum lagi diperparah kalau scrolling-nya sambil rebahan di ruangan yang gelap.
8. Menyebabkan Double Chin
Kok bisa brainrot bikin double chin? Karena posisi kita saat menonton di HP, dimana kita sering menunduk atau memepetkan dagu ke leher, membuat pertumbuhan double chin jadi lebih cepat. Sehingga tanpa disadari dengan sering melihat HP sambil rebahan, dapat membuat wajah lebih terlihat chubby karena pertumbuhan double chin-nya.

Posting Komentar